Posted by : Unknown
Minggu, 14 Agustus 2016
Bahan-bahan berbahaya menyusup dalam jajanan si kecil. Agar Ibu dapat melindungi si kecil, sebaiknya Ibu kenali lebih dalam bahan-bahan dalam jajanan anak tersebut dan juga bahayanya bagi kesehatan.
0 Likes
0 Share
- Rate Artikel ini
ia akan mencari camilan berupa jajanan di seputaran sekolah. Banyak sekali pilihan jajanan yang menarik dan juga menggiurkan dijajakan oleh para penjual jajanan di kantin maupun di depan sekolah. Mereka sangat kreatif dalam menjual makanan jajanan dengan berbagai bentuk yang lucu dan warna yang menarik.
Namun, yang terlihat lezat, belum tentu sehat! Tahukah Ibu jika sebagian besar jajanan tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan si kecil. Seperti laporan penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa 40% jajanan anak di sekolah tidak memenuhi syarat kesehatan karena mengandung bahan-bahan berbahaya. Penelitian tersebut dilakukan dalam kurun waktu tahun 2008-2013 yang melibatkan 108.000 responden pada 4.500 SD dan madrasah ibtidaiyah (MI) di 18 provinsi di Indonesia. Ditemukan bahwa terjadi penyalahgunaan bahan berbahaya pada jajanan anak di sekolah, seperti formalin, boraks, rhodamin, metanil yellow dan bahan tambahan pangan (BTP).
Bahan-bahan berbahaya tersebut menyusup dalam jajanan si kecil. Anak menghabiskan sebagian waktunya di sekolah, sehingga Ibu tak bisa total dalam mengawasinya. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu kenali lebih dalam bahan-bahan dalam jajanan anak tersebut dan juga bahayanya bagi kesehatan. Agar Ibu dapat melindungi si kecil dengan mendidiknya menghindari jajanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut.
Boraks
Banyak sekali pedagang nakal yang menggunakan bahan berbahaya yang satu ini. Bahan pengawet berupa bubuk putih ini merupakan campuran garam mineral konsentrasi tinggi. Boraks sering digunakan untuk membuat adonan menjadi lebih empuk dan kenyal, seperti pada jananan bakso atau cilok. Padahal boraks sering digunakan dalam dunia industri, sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet dan antiseptik kayu.
Terbayang kan Bu, bagaimana jika bahan berbahaya ini masuk ke dalam tubuh si kecil? Masuknya boraks ke dalam tubuh dapat memicu gangguan kesehatan seperti demam, mual, muntah dan mata merah, hingga gangguan otak, hati dan gagal ginjal akut.
Formalin
Selain boraks, bahan pengawet yang satu ini juga sering digunakan oleh pedagang yang nakal dalam bahan jajanan. Biasanya formalin terdapat pada jajanan anak seperti mie. Ciri-ciri yang bisa Ibu lihat, yakni mie yang terlihat lebih mengkilat, dengan bau menyengat, namun tidak lengket.
Formalin biasanya digunakan sebagai bahan pengawet mayat, pembasmi lalat dan serangga, hingga bahan pembuatan pupuk. Maka dari itu, tentu akan sangat berbahaya jika formalin masuk ke dalam tubuh si kecil. Mulai dari keracunan, sakit kepala, tenggorokan terasa terbakar, kegerahan, tarikan napas menjadi pendek dan sering, hingga penyebab utama yang memicu kanker.
Rhodamin B dan Methanyl Yellow
Jajanan anak di sekolah selalu terlihat menggiurkan bagi si kecil, karena warnanya yang cerah dan menarik. Padahal warna tersebut bukanlah warna alami, melainkan karena penggunanan bahan pewarna berbahaya yakni Rhodamin B dan Methanyl Yellow. Bahan pewarna buatan ini lebih dikenal sebagai bahan pewarna tekstil. Bayangkan saja Bu, betapa kerasnya bahan pewarna yang biasa digunakan untuk tekstil namun malah masuk ke dalam tubuh si kecil. Tak heran bahan pewarna buatan sering menjadi penyebab utama pemicu kanker.
Penggunaan Rhodamin B akan menghasilkan warna makanan berwarna pink atau merah cerah, contohnya seperti gulali dan kolang-kaling. Zat pewarna kimia ini biasanya digunakan dalam industri bioteknologi. Sedangkan Methanyl Yellow akan menghasilkan warna kuning dan oranye cerah pada makanan. Biasanya sering digunakan sebagai pewarna kerupuk, mie, tahu, dan gorengan.
Pemanis Buatan
Es krim, permen, gulali adalah makanan manis yang pasti disukai si kecil. Namun rasa manis yang terkandung di dalam jajanan tersebut, ternyata dari pemanis buatan, yakni Aspartame dan Sakarin yang sering dimasukkan oleh pedagang. Bahan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan si kecil, yakni memicu penyakit ginjal.
Bakteri pada Es Balok
Mungkin Ibu pasti sering menyuruh si kecil untuk menghindari jajanan yang menggunakan es balok, karena es tersebut terbuat dari air mentah yang khawatir akan menimbulkan sakit perut. Namun ternyata lebih dari itu bahayanya. Sebuah penelitian yang dilakukan Fakultas Teknologi Pangan, IPB, di Dramaga, Bogor, menemukan bahwa di dalam es balok mengandung bakteri E.coli dan bakteri salmonella yang dapat memicu terjadinya diare dan gangguan saluran pencernaan akut. Selain itu, perlu Ibu ketahui, es balok memang tidak layak untuk dikonsumsi, karena umumnya digunakan sebagai pengawet ikan dan hasil laut.