Posted by : Unknown
Senin, 15 Agustus 2016
Mau Nge-MC? Action!
Di dini hari ini, tulisan ini kubuat kuluruskan niatnya karena Allah. Semoga tulisan ini bisa menjawab beberapa pertanyaan dan bermanfaat bagi Sahabat-Sahabatku mengenai nge-MC bahasa gaulnya. Aku jujur aku juga masih dan akan terus belajar nge-MC. Oleh karena itu, mari kita belajar bersama. Jika ada tambahan dan kripik pedas alias kritik juga silahkan dengan senang hati.
“San, gimana caranya nge-MC?”, pertanyaan seorang Sahabat kepadaku.
“Action aja alias LAKUKAN! Beranikan dirimu dan ambil peluang”, jawabku.
Jawabanku ini karena aku telah melakukannya. Dulu, aku juga mau nge-MC tapi beribu alasan yang keluar seperti “aku kan jelek, aku ga pandai, aku ga pengalaman”. Tibalah suatu masa, aku memberanikan diriku dan Alhamdulillah, ada peluang di depanku. I take the chance. Dan aku pun ketagihan layaknya nasi yang dilumuri balado. Sekarang malah aku terus “membuat” peluang itu sendiri dengan cara “menjual” diri kepada Sahabat-Sahabatku, media sosial dan pada saat nge-MC.
Pertama kali nge-MC memang grogi abis ibarat semua orang mau membunuhmu. Lebay tenan dirimu, San. Nikmati saja groginya. Buat dirimu tenang dengan berbagai cara yang sesuai dengan dirimu. Misalnya, minum air mineral atau mengulum permen sebelum nge-MC. Tarik nafas juga oke. Yang terpenting, ingat berdo’a.
Sebelum nge-MC, belajar dulu. Ah, masak? Nge-MC juga harus belajar. Harus punya wawasan. Belajar tentang materi acara yang akan kita pandu, belajar tentang profil partner kita jika kita berduet, belajar tentang pengisi acara kita, belajar tentang medan perangmu alias panggungmu (survey). Jadi nge-MC tidak hanya penampilan keren tapi otak juga harus jossssssss. Untuk hal ini aku banyak belajar dari Pak Karni Ilyas sebagai moderator Indonesia Lawyers Club. Dia mempunyai bahan informasi yang josss yang sangat mendukung pembawaanya. Maka kamu juga harus cari contoh MC atau moderator yang bisa menginspirasimu. Kamu bisa ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) idolamu tersebut.
Nah, sekarang baru ngomongin penampilan yang keren. Jadi MC itu harus BEDAAAAAAAAAAAA. Beda dengan yang lain (audiens, panitia dan pengisi acara yang lain). Tapi harus sesuaikan dengan format acaranya. Kalau format acaranya formal maka tampillah dengan beda ala formal. Begitu juga dengan informal. Beda ala formal kayak gimana misalnya dengan pake dasi yang warnanya membawa kesan wibawa dirimu.
Aku punya kisah unik dimana ketika itu aku meminjam jas Umar untuk nge-MC di sebuah acara. Eh tiba-tiba ketika aku sudah selesai menggunakannya, aku menggantungnya, jasnya sudah menghilang. Jas Umar seharga 400ribu, pemberian Ibunya pun lenyap. Sebagai bentuk tanggungjawabku, aku pun membeli jas untuk Umar walaupun harganya di bawah jas yang dibelinya karena kuakui aku tak mempunyai uang sebanyak itu. Terimakasih atas pinjaman jasnya, Umar. Dan Mohon maaf atas kelalaianku. Hikmahnya, barang-barang yang kamu pada saat MC harus terus di bawah pengawasanmu.
Oh ya, kenapa aku bilang ACTION dulu untuk nge-MC? Agar kamu juga bisa terus mengevaluasi penampilan MC-mu setiap kamu tampil. Anggap aja nge-MC pertama kalimu sebagai latihan. Lalu nge-MC keduamu sebagai latihan juga. Begitu seterusnya. Practices make perfect,Bro. Kamu tak akan menemukan kesempurnaan jika tak mencoba. Mengevaluasi penampilan MC-mu bisa ditanyakan kepada teman yang melihatmu, panitia acaranya bahkan peserta acara tersebut di saat penampilanmu telah selesai. Terima masukan dari peserta dengan hati yang lapang sekali. Percayalah bahwa masukan itu untuk kebaikanmu.
Pada saat nge-MC, dirimulah THE KING. Auuuuuuuuuuuummmmmmmmm. Kamulah yang menguasai acara, bukan peserta acara. Jadi kendalikan dirimu (gugup, rasa cemas, takut dll) dulu dan kendalikan acara. Kalau untuk MC formal, kamu bisa memainkan bahasa tubuhmu seperti menjaga kewibaan dll. Nah, untuk MC Informal, ada segudang cara mulai dari “ngerjain” peserta sampai melakukan aksi konyol yang menarik perhatian peserta acara.
Aku mempunyai kisah yang semua orang pasti pernah mengalaminya yakni TIDAK DITERIMA ataupun KEGAGALAN. Pasti pikiran semuanya tertuju pada cinta. Tidak hanya cinta tapi semua aspek kehidupan. Aku telah 6 kali ditolak di seleksi MC Wisuda UGM yang diadakan setiap 3 bulan sekali. Awalnya, aku mengikuti seleksi ini agar aku bisa menyebut nama-nama orang yang telah menginspirasiku selama di UGM pada saat mereka wisuda seperti Mas Harisudewo Budyuwono, Mas Arisandi Pamungkas, Mbak Anik Triyanik, Mbak Wening Susanti Amungkasi dan banyak lainnya. Akan tetapi, keinginanku tidak terpenuhi karena mereka sudah lulus sebelum aku menjadi MC Wisuda UGM. Aku pun baru diterima di MC Wisuda UGM setelah berusaha 7x seleksi. Dan salah satu juri seleksi pernah bilang, “Kamu lagi ya?”. Bagaimana tidak seorang juri tidak hafal denganku yang telah berulang kali gagal. Dan setelah itu, aku lulus dan jadilah aku MC Wisuda UGM selama 1 tahun yang lalu sampai sekarang. Namun, sayang sekali pada Wisuda Pasca Sarjana periode Bulan Juli 2013 yang lalu aku ga bisa ikut karena ada kerjaan di Banten dan juga periode Agustus 2013 ini dikarenakan harus menyelesaikan urusan akademik di negeri orang. Aku tak bisa menyebut nama Sahabat-Sahabatku yang wisuda. Oh ya, hikmah dari perjuanganku dari seleksi ini yakni aku akui aku tak mempunyai vokal suara yang bagus seperti MC Wisuda UGM yang lain tapi aku hanya punya kesungguhan dan semangat pantang menyerah (sabar) . Itu yang harus dimiliki selama hidup ini.
Butiran-butiran hikmah di atas bisa digunakan tidak hanya pada saat nge-MC tapi juga pada saat kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat! Yang kurang itu sepenuhnya kesalahanku. Aku haturkan mohon maaf sedalam-dalamnya. LET’S SPEAK UP WISELY! BECAUSE YOUR TONGUE IS YOUR WEAPON!
Pengumuman!
Silahkan bagi yang berminat jadi MC Wisuda UGM, silahkan datang di GSP lantai 2 dekat panggung jam 10 pagi sampai jam 12 siang (setelah gladi resik wisuda) tanggal 26 Agt. Cukup siapkan dirimu! Tak ada urusan administrasi yang lain. Registrasi pada saat itu. Biasanya jumlah orang yang diterima sesuai kebutuhan dan untuk tampilnya juga bisa periode Agustus ini ataupun periode selanjutnya. Untuk info lebih lanjut, silahkan add Facebook Protokol UGM atau via Facebookku ini (mohon maaf jika nanti aku agak lama merespons karena mulai Sabtu sampai hari H aku ada di luar)

Di dini hari ini, tulisan ini kubuat kuluruskan niatnya karena Allah. Semoga tulisan ini bisa menjawab beberapa pertanyaan dan bermanfaat bagi Sahabat-Sahabatku mengenai nge-MC bahasa gaulnya. Aku jujur aku juga masih dan akan terus belajar nge-MC. Oleh karena itu, mari kita belajar bersama. Jika ada tambahan dan kripik pedas alias kritik juga silahkan dengan senang hati.
“San, gimana caranya nge-MC?”, pertanyaan seorang Sahabat kepadaku.
“Action aja alias LAKUKAN! Beranikan dirimu dan ambil peluang”, jawabku.
Jawabanku ini karena aku telah melakukannya. Dulu, aku juga mau nge-MC tapi beribu alasan yang keluar seperti “aku kan jelek, aku ga pandai, aku ga pengalaman”. Tibalah suatu masa, aku memberanikan diriku dan Alhamdulillah, ada peluang di depanku. I take the chance. Dan aku pun ketagihan layaknya nasi yang dilumuri balado. Sekarang malah aku terus “membuat” peluang itu sendiri dengan cara “menjual” diri kepada Sahabat-Sahabatku, media sosial dan pada saat nge-MC.
Pertama kali nge-MC memang grogi abis ibarat semua orang mau membunuhmu. Lebay tenan dirimu, San. Nikmati saja groginya. Buat dirimu tenang dengan berbagai cara yang sesuai dengan dirimu. Misalnya, minum air mineral atau mengulum permen sebelum nge-MC. Tarik nafas juga oke. Yang terpenting, ingat berdo’a.
Sebelum nge-MC, belajar dulu. Ah, masak? Nge-MC juga harus belajar. Harus punya wawasan. Belajar tentang materi acara yang akan kita pandu, belajar tentang profil partner kita jika kita berduet, belajar tentang pengisi acara kita, belajar tentang medan perangmu alias panggungmu (survey). Jadi nge-MC tidak hanya penampilan keren tapi otak juga harus jossssssss. Untuk hal ini aku banyak belajar dari Pak Karni Ilyas sebagai moderator Indonesia Lawyers Club. Dia mempunyai bahan informasi yang josss yang sangat mendukung pembawaanya. Maka kamu juga harus cari contoh MC atau moderator yang bisa menginspirasimu. Kamu bisa ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) idolamu tersebut.
Nah, sekarang baru ngomongin penampilan yang keren. Jadi MC itu harus BEDAAAAAAAAAAAA. Beda dengan yang lain (audiens, panitia dan pengisi acara yang lain). Tapi harus sesuaikan dengan format acaranya. Kalau format acaranya formal maka tampillah dengan beda ala formal. Begitu juga dengan informal. Beda ala formal kayak gimana misalnya dengan pake dasi yang warnanya membawa kesan wibawa dirimu.
Aku punya kisah unik dimana ketika itu aku meminjam jas Umar untuk nge-MC di sebuah acara. Eh tiba-tiba ketika aku sudah selesai menggunakannya, aku menggantungnya, jasnya sudah menghilang. Jas Umar seharga 400ribu, pemberian Ibunya pun lenyap. Sebagai bentuk tanggungjawabku, aku pun membeli jas untuk Umar walaupun harganya di bawah jas yang dibelinya karena kuakui aku tak mempunyai uang sebanyak itu. Terimakasih atas pinjaman jasnya, Umar. Dan Mohon maaf atas kelalaianku. Hikmahnya, barang-barang yang kamu pada saat MC harus terus di bawah pengawasanmu.
Oh ya, kenapa aku bilang ACTION dulu untuk nge-MC? Agar kamu juga bisa terus mengevaluasi penampilan MC-mu setiap kamu tampil. Anggap aja nge-MC pertama kalimu sebagai latihan. Lalu nge-MC keduamu sebagai latihan juga. Begitu seterusnya. Practices make perfect,Bro. Kamu tak akan menemukan kesempurnaan jika tak mencoba. Mengevaluasi penampilan MC-mu bisa ditanyakan kepada teman yang melihatmu, panitia acaranya bahkan peserta acara tersebut di saat penampilanmu telah selesai. Terima masukan dari peserta dengan hati yang lapang sekali. Percayalah bahwa masukan itu untuk kebaikanmu.
Pada saat nge-MC, dirimulah THE KING. Auuuuuuuuuuuummmmmmmmm. Kamulah yang menguasai acara, bukan peserta acara. Jadi kendalikan dirimu (gugup, rasa cemas, takut dll) dulu dan kendalikan acara. Kalau untuk MC formal, kamu bisa memainkan bahasa tubuhmu seperti menjaga kewibaan dll. Nah, untuk MC Informal, ada segudang cara mulai dari “ngerjain” peserta sampai melakukan aksi konyol yang menarik perhatian peserta acara.
Aku mempunyai kisah yang semua orang pasti pernah mengalaminya yakni TIDAK DITERIMA ataupun KEGAGALAN. Pasti pikiran semuanya tertuju pada cinta. Tidak hanya cinta tapi semua aspek kehidupan. Aku telah 6 kali ditolak di seleksi MC Wisuda UGM yang diadakan setiap 3 bulan sekali. Awalnya, aku mengikuti seleksi ini agar aku bisa menyebut nama-nama orang yang telah menginspirasiku selama di UGM pada saat mereka wisuda seperti Mas Harisudewo Budyuwono, Mas Arisandi Pamungkas, Mbak Anik Triyanik, Mbak Wening Susanti Amungkasi dan banyak lainnya. Akan tetapi, keinginanku tidak terpenuhi karena mereka sudah lulus sebelum aku menjadi MC Wisuda UGM. Aku pun baru diterima di MC Wisuda UGM setelah berusaha 7x seleksi. Dan salah satu juri seleksi pernah bilang, “Kamu lagi ya?”. Bagaimana tidak seorang juri tidak hafal denganku yang telah berulang kali gagal. Dan setelah itu, aku lulus dan jadilah aku MC Wisuda UGM selama 1 tahun yang lalu sampai sekarang. Namun, sayang sekali pada Wisuda Pasca Sarjana periode Bulan Juli 2013 yang lalu aku ga bisa ikut karena ada kerjaan di Banten dan juga periode Agustus 2013 ini dikarenakan harus menyelesaikan urusan akademik di negeri orang. Aku tak bisa menyebut nama Sahabat-Sahabatku yang wisuda. Oh ya, hikmah dari perjuanganku dari seleksi ini yakni aku akui aku tak mempunyai vokal suara yang bagus seperti MC Wisuda UGM yang lain tapi aku hanya punya kesungguhan dan semangat pantang menyerah (sabar) . Itu yang harus dimiliki selama hidup ini.
Butiran-butiran hikmah di atas bisa digunakan tidak hanya pada saat nge-MC tapi juga pada saat kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat! Yang kurang itu sepenuhnya kesalahanku. Aku haturkan mohon maaf sedalam-dalamnya. LET’S SPEAK UP WISELY! BECAUSE YOUR TONGUE IS YOUR WEAPON!
Pengumuman!
Silahkan bagi yang berminat jadi MC Wisuda UGM, silahkan datang di GSP lantai 2 dekat panggung jam 10 pagi sampai jam 12 siang (setelah gladi resik wisuda) tanggal 26 Agt. Cukup siapkan dirimu! Tak ada urusan administrasi yang lain. Registrasi pada saat itu. Biasanya jumlah orang yang diterima sesuai kebutuhan dan untuk tampilnya juga bisa periode Agustus ini ataupun periode selanjutnya. Untuk info lebih lanjut, silahkan add Facebook Protokol UGM atau via Facebookku ini (mohon maaf jika nanti aku agak lama merespons karena mulai Sabtu sampai hari H aku ada di luar)
